11
Episode 11 : Kiss of Goodbye

Tampak Yuki dan satu orang sahabatnya sedang berjalan bersama tengah membicarakan masalah pelajaran di sekolahnya , dengan pemandangan seorang anak perempuan yang tengah menguntit mereka yang tak lain adalah Konomi Sagawa .

Anak perempuan yang mengagumi berat Yuki , Konomi memperhatikan Yuki dan temannnya dari belakang dan berusaha menyembunyikan keberadaannya di balik tiang listrik , hal yang ternyata di sadari Yuki dengan mengatakan ada kucing liar yang tengah mengikuti mereka pada temannya.
Tak lama kemudian Konomi pun menampakkan diri dan memperkenalkan diri sebagai Konomi dari kelas F , hal yang di pandang sebelah mata oleh Yuki . Hal yang membuat temannya bertanya tentang siapa Konomi , yang Yuki jawab bahwa dia tak mengenal satu orang pun dari kelas F.
Konomi pun mengatakan mengatakan bahwa mungkin Yuki tak mengetahuinya tapi sudah tahu Yuki sejak lama .

Yuki kemudian bertanya lalu apa yang di inginkan oleh Konomi.
Konomi berkata dia hanya ingin berteman dengan Yuki , dan Konomi bertanya apa Yuki mau berteman dengannya .
Pernyataan yang membuat teman Yuki mengejek bahwa begitu populernya Yuki di sekolah , hal yang membuat Yuki risih pada temannya . Hingga yuki mengungkapkan bahwa Yuki tak ingin berteman dengan gadis bodoh dari kelas f .
( Nostalgia bangeut jadi ingeut juga ma ungkapan Naoki pada Kotoko , ga kakak ga adik sama saja )

Hal yang membuat yang membuat Konomi kaget dan kecewa sekaligus membuat Konomi bertingkah lucu mendengar ungkapan penolakan Yuki.( Tingkah Konomi bener -bener mirip ma tingkah Kotoko )

—

Kotoko berteriak mendengar ungkapan dari Konomi tentang ungkapan yang Yuki bilang pada konomi ,tapi Kotoko berpendapat kalau Konomi bertindak terlalu cepat dengan catatan tak pernah bicara sekalipun dengan Yuki , tapi Konomi merasa jadi bersemangat setelah obrolan mereka terakhir . Namun bagaimanapun hal tersebut sama halnya dengan Kotoko di masa lalu .
Kotoko bertanya lalu apa yang di ungkapakan oleh Yuki.
Konomi menjawab bahwa Yuki memberi sarat Konomi harus masuk rangking 100 besar .
Hal yang membuat kaget karna hal tersebut sama hal yang pernah terjadi pada Kotoko .
Tapi konomi berkata bahwa dia telah mengatakan apa yang ingin katakannya pada Yuki , dan mungkin saatnya untuk menyerah karna masuk 100 besar adalah hal yang tak mungkin baginya.

Kotoko menyela ucapan Konomi dengan meyakinkan Konomi untuk tak boleh menyerah.
Komomi mengungkapkan karna untuk bisa berada di 100 besar baginya sangat tidak mungkin meski dengan mengikuti les tambahan apalagi dia berasal dari kelas F.
Dengan bangga dan semangat Kotoko mengungkapkan jangan khawatir bahwa Kotoko pun berasal dari kelas f dan pernah berhasil menempati peringkat 100.
Hal yang membuat Konomi kagum namun kemudian menjadi lesu dengan mengungkapakan akankah dirinya mampu seperti kotoko.
Kotoko memberi semangat tidak ada yang tidak mungkin jika kita tak pernah mencoba , karna semua ini telah menjadi setengah jadi tanggung jawabnya .

Kotoko mengungkapkan bahwa akan membantu Konomi belajar . Hal yang membuat konomi bersemangat lagi .
Kotoko berteriak Tunggulah Yuki , Konomi akan masuk rangking 100 besar !
Kotoko dan Yuki pun berteriak riang bersama.

—-

Konomi pun datang ke rumah kediaman Irie dan yang membuka pintu adalah Yuki , konomi menyapa Yuki , Yuki bertanya apa maksud kedatangan Konomi ke rumahnya , yang tak mampu di jawab karna gugup oleh Konomi hingga Kotoko muncul dari rumah dan menyambut Konomi dengan riang .

Yuki bertanya apa Kotoko mengenal Konomi , yang Kotoko jawab bahwa Kotoko akan menjadi tutor Konomi untuk belajar hal yang tentu tak dapat di percayai oleh Yuki tapi dengan pedenya Kotoko berkata bahwa serahkan semuanya pada Kotoko , kotoko pun mengajak Konomi untuk masuk ke kamarnya . Hal yang sulit Yuki percaya.

—
Di dalam kamar Kotoko dan Konomi sudah duduk berdua , Konomi merasa deg2an dan merasa iri pada Kotoko yang bisa tinggal dengan Yuki , yang Kotoko jawab bahwa mungkin saja semua ini adalah satu langkah Konomi bisa tinggal bersama Yuki tapi sebelumnya Konomi harus bisa masuk rangking 100 besar terlebih dahulu dengan cara belajar dari sekarang.


Mereka pun mulai belajar dan mengerjakan soal , waktu mulai berjalan dan tampak berjalan serius tapi setelah waktu terus berjalan cukup lama hingga satu jam . Konomi mulai khawatir karna mereka hanya baru bisa menyelesaikan satu soal saja , hal yang di khawatirkan Kotoko juga dengan mengalihkan topik pembicaraan dengan menawarkan makanan pada Konomi.

Kemudian muncul Naoki ke kamar yang di sambut ceria oleh Kotoko .
Naoki menanyakan apa yang tengah Kotoko lakukan
Kotoko menjawab bahwa dia akan mengajari Konomi belajar untuk menghadapi ujian akhir Konomi .

Dengan kejam Naoki berkata benarkah Kotoko bisa membantu banyak Konomi.
Kotoko membantah apa yang di katakan oleh Naoki dan berkata Kotoko akan membantu Konomi untuk bisa masuk rangking 100 besar.
Hal yang membuat Naoki menjawab bahwa semua tampak familiar , yang Kotoko jawab bahwa semua mengingatkannya pada kenangan masa lalu mereka dengan mulai membayangkan masa lalu Kotoko dan Naoki tengah belajar bersama.
Kotoko berkata bahwa mereka belajar di balik pintu yang tertutup dan semua itu merupàkan awal dari hubungan mereka , yang ikut di bayangkan berlebihan oleh Konomi , tapi Naoki mengintruksikan untuk tidak membuang waktu mereka .

Kotoko mengatakan jika kedatangan Naoki telah mengganggu proses belajar mereka dan meminta Naoki untuk meninggalkan mereka , yang Naoki iyakan dengan berjalan keluar kamar .

Di balik pintu ternyata Yuki tengah menguping dengan apa yang telah terjadi hal yang Naoki tangkap basah saat Naoki keluar kamar dan bertemu Yuki di depan kamar Kotoko dan Naoki .
Naoki bertanya apa yang tengah Yuki lakukan di sana
Yuki menjawab kalau Yuki hanya kebetulan lewat
Naoki berkata lagi kenapa Yuki tidak membantu Konomi belajar.
Yuki menjawab bahwa hal tsb tidak mungkin karna Konomi terlalu bodoh , dan Yuki akan menderita jika membatu Konomi masuk rangking 100 besar .

Naoki hanya merespon dengan kata Hmmm,…. kemudian berkata bahwa semua sangat rumit ternyata .
Sesuatu yang mungkin langsung mengerti dan fahami maksud dari ungkapan rumit yang di katakan Naoki dengan langsung ngambek dan berkata semua tak seperti itu dan pergi meninggalkan Naoki yang masih diam disana.
—

Disisi lain Kotoko terlihat mulai ngantuk saat mengerjakan soal , dan kemudian mulai merangkap ke sopa dan mengatakan hal ini slalu terjadi saat dia mengerjakan soal matematika , kotoko pun mulai tertidur di sopa .
Konomi berusaha membangunkan kotokom yang tertidur dan percuma , konomi mulai hingung dengan apa yang akan di lakukannya , tak lama muncul Naoki untuk mengajak mereka makan , tapi melihat Kotoko yang tengah tertidur membuat dia tak mempercayai kotoko sbg seorang tutor , hal yang membuat Konomi tak enak hati dan mengungkapkan bahwa konomi akan pulang .
Naoki merasa bertanggung jawab dengan apa yang telah terjadi dengan tak membiarkan konomi membuang waktu . Naoki berkata bahwa Naoki yang akan menggantikan Kotoko , yang brusaha Konomi tolak karna merasa dirinya bodoh dan itu akan membuat Naoki stess , tapi Naoki mengatakan bahwa dia pernah mengajari anak seperti konomi.
Naoki bertanya apa yang Kotoko dan Kotomi bahas , hal yang mengejutkan Naoki bahwa dalam 3 jam mereka hanya bisa menyelesaikan 1 soal saja , Naoki pun mulai mengajari Konomi dengan Kotoko yang masih nyenyak tertidur , tak lama kemudian Konomi berhasil menyelesaikan satu soal .

Tiba2 Yuki muncul dan masuk kamar Kotoko .

Yuki langsung berkata pada Konomi , apa yang telah di lakukan Konomi , dan berkata berhentilah mengganggu kakaknya.

Hal yang membuat Kotoko terbangun dan kurang paham dengan apa yang telah terjadi .
Yuki juga mengatakan bahwa Naoki akan menghadapi ujian akhir untuk menjadi dokter dan menyudutkan Konomi bagaimana kalau hal ini membuat Naoki gagal ujian.
Hal yang di fahami Konomi karna telah menggangu Naoki , dengan hanya diam menerima perkataan Yuki
Aku akan mengajarimu , aku yang akan mengajarimu dari mulai pulang sekolah sampai jam 9 malam untuk menghadapi ujian akhir , kemudian Yuki meninggalkan mereka yang masih terpaku dengan apa yang terjadi terutama Kotoko .

Konomi berterima kasih pada kotoko , meski Kotoko bingung dia tetap senang bahwa Yuki akan mengajari Konomi , Kotoko mengungkapkan mereka sekarang membunuh 2 burung dengan satu batu , cinta dan ujian . sementara Naoki hanya bicara bahwa Kotoko sudah seperti ibunya dan hanya memperhatikan tingkah lucu Kotoko dan Konomi yang tengah girang .

—-

Tampak Yuki mulai mengajari Konomi meski yang terlihat hanya konomi yang tengah belajar dimeja sendiri sementara Yuki tengah membaca buku tebalnya di atas tempat tidur. Konomi tampak serius belajar tapi tak lama kemudian tampak Konomi mulai mengantuk dan tertidur hal yang membuat Yuki mulai menghentikan membacanya dan membangunkan Konomi yang tertidur dan kembali belajar .
Tak lama kemudian Konomi ternyata Konomi bisa mampu menyelesaikan satu soal , Konomi dan Yuki tampak gembira dan mereka melakukan toss yang membuat rasa canggung Yuki yang biasanya slalu bersikap jutek .

Konomi ternyata sangat serius untuk belajar hingga di jalan pun dia tetap belajar hingga tak memperhatikan jalan dan menabrak pohon.

Di ceritakan lagi Yuki dan Konomi yang tengah belajar dan tak lama Kotoko muncul dengan membawa cemilan , kotoko menanyakan perkembangan belajar mereka .

Konomi menjawab bahwa semua berjalan baik
Kotoko bertanya apakah Yuki bersikap keras saat mengajari Konomi ,0yang Konomi jawab tak menjadi masalah .
Yuki menyela bahwa karna Konomi terlalu bodoh.
Tapi Kotoko membesarkan hati Konomi memang anak laki2 selalu pada orang yang di sukainya .
Yuki kembali menyela Hah…tertarik pada Konomi tidak mungkin.
Kotoko kemudian mengeluarkan sesuatu yang ternyata sebuah amplop dan kemudian di berikan pada Konomi , Konomi pun membuka amplop yang ternyata berisi Poto Konomi dan Yuki sedang belajar , Konomi kaget dari mana Poto itu ada .

Kotoko mengatakan bahwa mama Irie yang mengambilnya dan tidakkah mereka terlihat bagus , Kotoko pun mengungkapakan lihatlah Yuki yang memperhatikan Kotomi , dan meminta Yuki untuk tidak pura2 dan meminta Yuki untuk mengakui saja kalau Yuki menyukai Konomi. Yang tak di tanggapi oleh Yuki .
Kotoko mengatakan bahwa mereka terlihat tampak lucu , Konomi meminta apakah boleh Konomi memiliki poto tersebut yang di iyakan Kotoko , Konomi tampak senang dan akan menyimpan poto tersebut sebagai jimat keberuntungan .
Tapi kemudian Yuki mengambil paksa poto tersebut dan mengatakan telah cukup berat dengan harus mengajari Konomi belajar , dan tiba2 ada poto itu , Yuki mengatakan bahwa dia bukan barang yang bisa di mainkan dan dengan emosi marah Yuki pun merobek poto tersebut , hal yang membuat Konomi kaget dan meminta maaf lalu pamit untuk pulang .

Konomi berjalan sambil menangis di jalan yang di lihatin oleh orang2 hingga Konomi tersandung dan terjatuh di jalan , tapi tiba2 ada yang memanggilnya dari belakang yang ternyata adalah Yuki dan langsung mengatakan bahwha Konomi sanagat berantakan.
Konomi bertanya mengapa pada Yuki.
Yuki menjawab bahwa dia sudah berjanji untuk menjadi tutor Konomi setiap hari sampai hari ujian , dari pulang sekolah sampai jam 9 malam dan sekarang baru jam setengah 8 malam jadi Yuki meminta pada Konomi untuk tidak menghancurkan janjinya .

setaya memberikan tas milik Konomi yang tertinggal , dan satu lagi Yuki memberikan sesuatu pada Konomi yang ternyata poto yang tadi Yuki robek dan Yuki memberikannnya pada Konomi untuk jimat keberuntungan .

Konomi berterima kasih pada Yuki .

Yuki mengajak Konomi untuk kembali pulang dan Konomi langsung menggandeng tangan Yuki dgn melihatkan poto mereka . Yuki merasa risih tapi tetap saja tak berani melepaskan gandengan Konomi ( Modus nih Yuki pura2 ga mau tapi tetap diam dan mau aja pepet terus ma Konomi )
Kejadian yang ternyata di lihat dan di potret oleh Kotoko yang di temani oleh Naoki , Naoki mengatakan kalau semua ini sudah cukup , tapi Kotoko menolak karna dia di minta oleh sang mama Irie . Naoki berkata bahwa kemungkinan Yuki mengambil jalan yang sama di pilihnya , dan mengatakan orang yang kasihan .


yang di tanggapi asal oleh Kotoko siapa yang kasihan ,.. dan Naoki hanya tersenyum diam menanggapi sifat loading Kotoko yang sibuk memotret Yuki dan Konomi .

( kok mau- maunya Naoki nemenin Kotoko ngelakukan hal konyol seperti itu , suami yang baik ).
—

Di suatu pagi Kotoko ribut di depan pintu untuk mengantar Naoki yang akan mengikuti ujian akhir nya untuk menjafi sebagai Dokter , Kotoko menanyakan kelengkapan alat tulis Naoki bahkan ingin ikut bersama Naoki , yang Naoki tanggapi bahwa kotoko tak perlu repot karna Naoki yang akan Ujian .
Kotoko memberikan semangat untuk Naoki , dan berandai jika Naoki gagal maka mereka akan lulus bersama tahun depan dan itu pasti akan sangat menyenangkan dan Naoki hanya mrmjawab bahwa dia tak punya niat untuk lulus bersama Kotoko tahun depan , Naoki pun meninggalkan Kotokk untuk pergi Ujian sementara Kotokl berteriak memberi Semangat pada Naoki.


—–

Setelah dua minggu kemudian semua tengah berkumpul di depan laptop untuk menunggu email tentang kelulusan Naoki , Kotoko bolak – balik menunnggu pos untuk Naoki , mama Irie menyuruh Kotoko duduk dan relax .

Dan setdlah dua menit akhirnya email itu tiba Kotoko tak berani untuk melihat dan sudah menyiapakn diri dengan kemungkinan gagalnya Naoki dan membesarkan hati Naoki .
Naoki menanggapi apa yang kotoko tengah katakan , Kotoko merasa heran itu berarti Naoki lulus. Semua pun mengucapkan selamat pada Naoki , terutama Kotoko yang paling senang hingga Kotoko memeluk Noaki bahkan sampai menindih Naoki yang membuat Naoki susah untuk bernapas.

—
Naoki terlihat keluar dari sebuah ruangan kemudian memberi salam pada seseorang , dan saat Naoki akan pergi orang itu berkata hal tersebut bukan hal buruk cobalah untuk di pikirkan lagi , Naoki hanya mengangguk . Hal yang membuat Naoki terlihat jadi galau dengan berkata pada dirinya sendiri apa yang harus di lakukannnya.


—–
Setelah acara makan malam Kotoko dan mama Irie Tampak sibuk bebenah dan merencanakan acara kelulusan untuk Naoki , mama meminta Kotoko untuk mengundang teman2 Kotoko dari sekolah susternya .
Mama juga meminta Yuki untuk mengundang Konomi
Yuki menjawab kenapa dia harus mengundang Konomi
Mama menjawab karna Konomi adalah teman Yuki

Yuki kembali membantah karna Konomi bukan temannnya
Kotoko menyela dari dapur bahwa Konomi adalah teman Yuki karna telah berhasil masuk rangking 100 besar.
Ke 97 jawab Yuki
Mama tampak takjub bahwa Yuki berhasi l membuat seorang dari kelas f bisa masuk rangking 100 besar. Kekuatan cinta memang luar biasa , ungkap mama.

Rangking 97 besar tegas Yuki dan Yuki mengatakan bahwa Yuki melalukan hal tersebut karna ingin menunjukkan kalau Yuki seorang tutor yang hebat , dan hanya itu saja.
Tapi semua itu adalah sebuah langkah besar untuk Yuki , dan akhirnya Yuki sendiri yang ingin berteman dengan Konomi.
Kotoko menambahkan bahwa Yuki dan Konomi kini punya sebuah ikatan.
Ayah Kotoko menyela dengan menanyakan kapan Naoki akan di wisuda .
Mama irie menjawab tanggal 20 maret.
Kotoko berkata bahwa Naoki akan memberikan sedikit pidato di acara kelulusan nanti , hal yang ternyata tak di dengarkan Naoki karna Naoki tampak untuk melamun.
Mama mengatakan bahwa akan membawa kamera bideo di acara wisuda Naoki dan Yuki , dan sepertinya mereka harus membeli kamera baru , hal yang membuat mama dan Kotoko bersemangat.
Tapi kemudian Naoki menyela kebahagian mereka dengan mengatakan bahwa ada yang ingin di katakan Naoki pada Kotoko , keadaan mulai hening Karna Naoki yang terlihat mulai serius ,
Mama berkata kenapa Naoki tampak sangat serius.
Naoki pun akhirnya bicara bahwa dia telah bertemu dengan profesornya dan telah memutuskan untuk bekerja di Kobe .

Kotoko berkata bukannya Naoki akan bekerja di Rumah sakit Tonan , dan jarak Kobe sangat jauh sekitar 6 jam perjalanan dan tak mungkin jika harus bolak balik.
Naoki menjawab awalnya seperti itu tapi dia ingin merasakan pengalaman lebih khusus lagi , dan Naoki akan pindah ke Kobe.
Hal yang membuat semua terkejut tapi Kotoko berkata untuk mencari sekolah perawat di Kobe juga.
Tapi Naoki berkata bahwa Naoki akan pergi sendiri dan Kotoko akan tetap disini dan menyelesaikan sekolahnya .
Kotoko berkata bahwa Kotoko tak ingin berpisah.
Naoki bicara setelah Kotoko lulus maka kemudian datanglah ke Kobe.
Kotoko menjawab bahwa berarti mereka akan berpisah cukup lama sampai Kotoko lulus tahun depan , dan bagaimana karna Kotoko tak terlalu pintar bisa memerlukan waktu lebih lama , berarti mereka juga akan terpisah lebih lama lagi , Kotoko berteriak jika tak ingin berpisah dengan Naoki.
Naoki mulai meninggikan suaranya bahwa kotoko jangan mengharapkan Naoki harus menunggu Kotoko lulus dan baru pindah ke Kobe .

Mama mulai menengahi bahwa Naoki tak boleh bicara seperti itu mereka tak boleh berpisah karna mereka sekarang mereka suami istri dan Naoki tak boleh memikirkan dirinya sendiri , Naoki harus mengerti perasaaan Kotoko juga.
Yang Naoki jawab bahwa Naoki mengerti
Kotoko kemudian mulai bicara bahwa Naoki takkan mengerti sejak awal memang Kotoko yang lebih mencintai Naoki dan maka itulah Kotoko yang mungkin semua akan baik2 saja bagi Naoki bahkan Naoki memutuskan semua ini tanpa memikirkan dirinya , Naoki takkan mengerti Kotoko yang slalu mencintai Naoki baginya akan sulit untuk hidup terpisah dengan Naoki dan mungkin saja hanya akan dirinya yang akan merindukan Naoki.

Kotoko pun pergi menuju kamarnya , tapi Naoki masih bisa tenang dengan semja yang terjadi kecuali wajahnya yang mulai terlihat galau juga. Kotoko pun menangis di kamarnya .

Kotoko mulai bicara pada dirinya sendiri apa yang harus di laukakanya mungkin Kotoko telah gagal menjadi istri yang baik untuk Naoki tapi Kotoko tetap tak ingin berpisah dengan Naoki.

—-
Pagi hari datang , kemudian siang pun menjelang langit sore pun terlihat hingga malam pun tiba . Naoki memasuki kamarnya untuk melihat Kotoko yang melihatkan makan malam lagi yang Kotoko jawab Kotoko tak makan malam karna sudah mengantuk bahkan Kotoko menghindar saat Naoki hendak ingin bicara , Naoki pun menyerah dan memilih keluar kamar lagi .


Saat keluar kamar Naoki berpapasan dengan Ayah Kotoko yang baru pulang , Naoki minta waktu bicara pada ayah Kotoko untuk mengobrol sebentar .
Mereka duduk di sofa dan Naoki mulai bercerita bahwa Naoki sudah mempersiapkan hal ini terjadi tapi tak menyangka akan parah seperti ini.

Kotoko hanya terlalu menggilai Naoki ungkap ayah pada Naoki.
Sebenarnya Naoki sempat sudah punya pemikiran untuk mengajak Kotoko ke Kobe dan mencari sekolah perawat di sana tapi Naoki berpikir lagi akankah Kotoko siap dengan orang asing yang tak di kenalnya , apalagi Naoki akan sangat sibuk disana , akan Kotoko bisa belajar disana , Naoki meminta maaf karna sebenarnya semua adalah bentuk ketidakpercaya diriannya untuk menghadapi hal tersebut hingga memutuskan untuk berpisah dengan Kotoko , karna Naoki ingin Kotoko menjadi perawat , dan sepertinya Kotoko tak menyadari bahwa Naoki melakukan hal tersebut karna Naoki mencintai Kotoko

( Walau sempet sebel sama sikap Naoki yang kelihatan slalu bersikap egois di awalnya , tapi kita sekarang akan paham kenapa Naoki memilih pergi sendiri karna Emang Naoki sayang ma Kotoko dan mengkhawatirkan Kotoko jika hanya tinggal berdua di Kobe, Aih… suitttt buaaangettt )
Percakapan yang ternyata di dengar oleh Kotoko dan membuat Kotoko menangis.

—
Acara wisuda Naoki pun di lakukan dengan di hadiri mama dan papa Irie juga teman Kotoko dari jurusan perawat setelah satu orang bicara Naoki pun di persilahkan untuk naik Podium dan memberikan pidato , dengan pembukaan bahwa jika Naoki mengingat Tonan banyak hal yang tak bisa di lupakannnya .


Tampak Kotoko yang merasakan suasana wisuda ini dengan acara kelulusannya ketika smu . Semua kenangan mulai muncul semua berubah tapi satu hal yang sama adalah Kotoko masih tetap mencintai Naoki .


Kotoko lebih memilih jalan 2 keluar ke tempat 2 di masa Kotoko dan Naoki menginjak masa masuk Universitas .

Sekolah fakultas tehnik tempat Naoki belajar , bahkan ada sosok Yuko disana.

Mendatangi lapangan tenis dimana Kotoko dan Naoki pernah bermain bersama.

Suasana kantin dimana Kotoko jadi ingat pada Kin-chan.
Dan kelas dimana Kotoko secara diam2 melihat apa yang di lakukan Naoki .

Kotoko berusaha merasakan atmospere dimana Naoki berada karna kemungkinan akan sulit Kotoko melihat Naoki lagi .
Kotoko menyebut nama Naoki dan kemudian berteriak menyebut Naoki , yang kemudian di sahuti ,oleh seseorang yang tak lain adalah Naoki .


Kotoko bertanya kenapa Naoki bisa kesini , Naoki menjawab bahwa Naoki sudah bisa menduga keberadaan Kotoko , karna Naoki ingin membicarakan sesuatu dengan Kotoko , Naoki ingin membicarakan tentang masalah kepindahannya ke kobe .
Sebelum Naoki menyelesaikan ucapannya Kotoko telah menjawab bahwa Kotoko akan menyusul Naoki ke Kobe setelah lulus

berjanji akan lulus dalam satu tahun dan meminta Naoki untuk menunggunya , berkata jangan selingkuh dari Kotoko , jangan marah jika setiap hari Kotoko menghubunginya , dan saat liburan,,, dan sebelum Kotoko menyelesaikan ucapannya Naoki sudah meng-kissu Kotoko dan memeluk Kotoko .


Kotoko berkata mungkin akan ada orang datang kesana yang Naoki jawab Naoki tak peduli , dan kembali mengkissu Kotoko ,,,,,

( selanjutnya bayangkan sendiri , tapi jangan mengharapkan aneh2 , kalau di rate adegan ini mungkin cuman T+ , beda ma versi Taiwannya yang khusus untuk umur 20 ke atas )
—-

Naoki dan Kotoko pun berjalan menuju sebuah statsiun bersama , mereka pun tiba di tepi jalan dan Naoki meminta Kotoko cukup mengantarnya sampai sini saja , Kotoko tetap menolak karna ingin mengantar Naoki sampai ke dalam tapi Naoki takut Kotoko bersikap aneh mungkin bisa menghentikan kereta yang tengah melaju . Kotoko bertanya masalah bekal Naokj yang Naoki jawab akan membelinya . Dan Naoki mengucapkan sampai jumpa yang masih di tahan Kotoko.
Kotoko menjawab memang mungkin akan terasa mudah untuk mengucapkan selamat tinggal di sini . Dengan tangan Kotoko yang masih memegang jaket Naoki , apakah tak ada ciuman slamat tinggal yang Naoki tanggapi diam , Kotoko mengungkapkan kalau itu hanya lelucon ,. Naoki bertanya apakah kini Naoki boleh pergi karna kotoko masih memegang jaketnya.

Kotoko,pun melepaskan jaket Naoki dan Naoki pun melangkah meninggalkan Kotoko , Kotoko yang asalnya ceria kemudian tiba2 murung dan hampir menangis .


di seberang jalan Naoki berbalik dan memperhatikan Kotoko yang menangis tapi kemudian mencoba terlihat tegar dan memberi semangat pada Naoki .


Naoki pun berjalan kembali menuju statsiun sementara Kotoko berusaha menegarkan diri dengan berkata bahwa Kotoko bisa melakukannnya , mereka bisa melakukannnya .
Bersambung……
Komentar : Seperti biasa di episode kali ini kita di ajak berolecoaster ria , di awal cerita kita di ajak haha hihi dengan sikap yuki yang tak jauh beda ma Naoki jaman dulu , meski aku lihat kalau sikap Yuki terlihat jauh lebih baik di banding Naoki yang dulu terlihat dingin bangeut . Dan di pertengahan cerita sampai akhir di ajak bergalau ria dengan sikap Naoki yang kelihatan egois bangeut yang ternyata di lakukan demi kebaikan Kotoko , Naoki di sini kelihatan dewasa bangeut di bandingin ma Kotoko yang masih sering bersikap kekanak-kanakkan , secara sebenarnya di dunia nyata usia furukawa Yuki dan Miki Honoka ini beda umurnya jauh bangeut , jadi kadang kelihatan mereka kayak adek kakak ,,, haha

Tampak Yuki dan satu orang sahabatnya sedang berjalan bersama tengah membicarakan masalah pelajaran di sekolahnya , dengan pemandangan seorang anak perempuan yang tengah menguntit mereka yang tak lain adalah Konomi Sagawa .

Anak perempuan yang mengagumi berat Yuki , Konomi memperhatikan Yuki dan temannnya dari belakang dan berusaha menyembunyikan keberadaannya di balik tiang listrik , hal yang ternyata di sadari Yuki dengan mengatakan ada kucing liar yang tengah mengikuti mereka pada temannya.
Tak lama kemudian Konomi pun menampakkan diri dan memperkenalkan diri sebagai Konomi dari kelas F , hal yang di pandang sebelah mata oleh Yuki . Hal yang membuat temannya bertanya tentang siapa Konomi , yang Yuki jawab bahwa dia tak mengenal satu orang pun dari kelas F.
Konomi pun mengatakan mengatakan bahwa mungkin Yuki tak mengetahuinya tapi sudah tahu Yuki sejak lama .

Yuki kemudian bertanya lalu apa yang di inginkan oleh Konomi.
Konomi berkata dia hanya ingin berteman dengan Yuki , dan Konomi bertanya apa Yuki mau berteman dengannya .
Pernyataan yang membuat teman Yuki mengejek bahwa begitu populernya Yuki di sekolah , hal yang membuat Yuki risih pada temannya . Hingga yuki mengungkapkan bahwa Yuki tak ingin berteman dengan gadis bodoh dari kelas f .
( Nostalgia bangeut jadi ingeut juga ma ungkapan Naoki pada Kotoko , ga kakak ga adik sama saja )

Hal yang membuat yang membuat Konomi kaget dan kecewa sekaligus membuat Konomi bertingkah lucu mendengar ungkapan penolakan Yuki.( Tingkah Konomi bener -bener mirip ma tingkah Kotoko )

—

Kotoko berteriak mendengar ungkapan dari Konomi tentang ungkapan yang Yuki bilang pada konomi ,tapi Kotoko berpendapat kalau Konomi bertindak terlalu cepat dengan catatan tak pernah bicara sekalipun dengan Yuki , tapi Konomi merasa jadi bersemangat setelah obrolan mereka terakhir . Namun bagaimanapun hal tersebut sama halnya dengan Kotoko di masa lalu .
Kotoko bertanya lalu apa yang di ungkapakan oleh Yuki.
Konomi menjawab bahwa Yuki memberi sarat Konomi harus masuk rangking 100 besar .
Hal yang membuat kaget karna hal tersebut sama hal yang pernah terjadi pada Kotoko .
Tapi konomi berkata bahwa dia telah mengatakan apa yang ingin katakannya pada Yuki , dan mungkin saatnya untuk menyerah karna masuk 100 besar adalah hal yang tak mungkin baginya.

Kotoko menyela ucapan Konomi dengan meyakinkan Konomi untuk tak boleh menyerah.
Komomi mengungkapkan karna untuk bisa berada di 100 besar baginya sangat tidak mungkin meski dengan mengikuti les tambahan apalagi dia berasal dari kelas F.
Dengan bangga dan semangat Kotoko mengungkapkan jangan khawatir bahwa Kotoko pun berasal dari kelas f dan pernah berhasil menempati peringkat 100.
Hal yang membuat Konomi kagum namun kemudian menjadi lesu dengan mengungkapakan akankah dirinya mampu seperti kotoko.
Kotoko memberi semangat tidak ada yang tidak mungkin jika kita tak pernah mencoba , karna semua ini telah menjadi setengah jadi tanggung jawabnya .

Kotoko mengungkapkan bahwa akan membantu Konomi belajar . Hal yang membuat konomi bersemangat lagi .
Kotoko berteriak Tunggulah Yuki , Konomi akan masuk rangking 100 besar !
Kotoko dan Yuki pun berteriak riang bersama.

—-

Konomi pun datang ke rumah kediaman Irie dan yang membuka pintu adalah Yuki , konomi menyapa Yuki , Yuki bertanya apa maksud kedatangan Konomi ke rumahnya , yang tak mampu di jawab karna gugup oleh Konomi hingga Kotoko muncul dari rumah dan menyambut Konomi dengan riang .

Yuki bertanya apa Kotoko mengenal Konomi , yang Kotoko jawab bahwa Kotoko akan menjadi tutor Konomi untuk belajar hal yang tentu tak dapat di percayai oleh Yuki tapi dengan pedenya Kotoko berkata bahwa serahkan semuanya pada Kotoko , kotoko pun mengajak Konomi untuk masuk ke kamarnya . Hal yang sulit Yuki percaya.

—
Di dalam kamar Kotoko dan Konomi sudah duduk berdua , Konomi merasa deg2an dan merasa iri pada Kotoko yang bisa tinggal dengan Yuki , yang Kotoko jawab bahwa mungkin saja semua ini adalah satu langkah Konomi bisa tinggal bersama Yuki tapi sebelumnya Konomi harus bisa masuk rangking 100 besar terlebih dahulu dengan cara belajar dari sekarang.


Mereka pun mulai belajar dan mengerjakan soal , waktu mulai berjalan dan tampak berjalan serius tapi setelah waktu terus berjalan cukup lama hingga satu jam . Konomi mulai khawatir karna mereka hanya baru bisa menyelesaikan satu soal saja , hal yang di khawatirkan Kotoko juga dengan mengalihkan topik pembicaraan dengan menawarkan makanan pada Konomi.

Kemudian muncul Naoki ke kamar yang di sambut ceria oleh Kotoko .
Naoki menanyakan apa yang tengah Kotoko lakukan
Kotoko menjawab bahwa dia akan mengajari Konomi belajar untuk menghadapi ujian akhir Konomi .

Dengan kejam Naoki berkata benarkah Kotoko bisa membantu banyak Konomi.
Kotoko membantah apa yang di katakan oleh Naoki dan berkata Kotoko akan membantu Konomi untuk bisa masuk rangking 100 besar.
Hal yang membuat Naoki menjawab bahwa semua tampak familiar , yang Kotoko jawab bahwa semua mengingatkannya pada kenangan masa lalu mereka dengan mulai membayangkan masa lalu Kotoko dan Naoki tengah belajar bersama.
Kotoko berkata bahwa mereka belajar di balik pintu yang tertutup dan semua itu merupàkan awal dari hubungan mereka , yang ikut di bayangkan berlebihan oleh Konomi , tapi Naoki mengintruksikan untuk tidak membuang waktu mereka .

Kotoko mengatakan jika kedatangan Naoki telah mengganggu proses belajar mereka dan meminta Naoki untuk meninggalkan mereka , yang Naoki iyakan dengan berjalan keluar kamar .

Di balik pintu ternyata Yuki tengah menguping dengan apa yang telah terjadi hal yang Naoki tangkap basah saat Naoki keluar kamar dan bertemu Yuki di depan kamar Kotoko dan Naoki .
Naoki bertanya apa yang tengah Yuki lakukan di sana
Yuki menjawab kalau Yuki hanya kebetulan lewat
Naoki berkata lagi kenapa Yuki tidak membantu Konomi belajar.
Yuki menjawab bahwa hal tsb tidak mungkin karna Konomi terlalu bodoh , dan Yuki akan menderita jika membatu Konomi masuk rangking 100 besar .

Naoki hanya merespon dengan kata Hmmm,…. kemudian berkata bahwa semua sangat rumit ternyata .
Sesuatu yang mungkin langsung mengerti dan fahami maksud dari ungkapan rumit yang di katakan Naoki dengan langsung ngambek dan berkata semua tak seperti itu dan pergi meninggalkan Naoki yang masih diam disana.
—

Disisi lain Kotoko terlihat mulai ngantuk saat mengerjakan soal , dan kemudian mulai merangkap ke sopa dan mengatakan hal ini slalu terjadi saat dia mengerjakan soal matematika , kotoko pun mulai tertidur di sopa .
Konomi berusaha membangunkan kotokom yang tertidur dan percuma , konomi mulai hingung dengan apa yang akan di lakukannya , tak lama muncul Naoki untuk mengajak mereka makan , tapi melihat Kotoko yang tengah tertidur membuat dia tak mempercayai kotoko sbg seorang tutor , hal yang membuat Konomi tak enak hati dan mengungkapkan bahwa konomi akan pulang .
Naoki merasa bertanggung jawab dengan apa yang telah terjadi dengan tak membiarkan konomi membuang waktu . Naoki berkata bahwa Naoki yang akan menggantikan Kotoko , yang brusaha Konomi tolak karna merasa dirinya bodoh dan itu akan membuat Naoki stess , tapi Naoki mengatakan bahwa dia pernah mengajari anak seperti konomi.
Naoki bertanya apa yang Kotoko dan Kotomi bahas , hal yang mengejutkan Naoki bahwa dalam 3 jam mereka hanya bisa menyelesaikan 1 soal saja , Naoki pun mulai mengajari Konomi dengan Kotoko yang masih nyenyak tertidur , tak lama kemudian Konomi berhasil menyelesaikan satu soal .

Tiba2 Yuki muncul dan masuk kamar Kotoko .

Yuki langsung berkata pada Konomi , apa yang telah di lakukan Konomi , dan berkata berhentilah mengganggu kakaknya.

Hal yang membuat Kotoko terbangun dan kurang paham dengan apa yang telah terjadi .
Yuki juga mengatakan bahwa Naoki akan menghadapi ujian akhir untuk menjadi dokter dan menyudutkan Konomi bagaimana kalau hal ini membuat Naoki gagal ujian.
Hal yang di fahami Konomi karna telah menggangu Naoki , dengan hanya diam menerima perkataan Yuki
Aku akan mengajarimu , aku yang akan mengajarimu dari mulai pulang sekolah sampai jam 9 malam untuk menghadapi ujian akhir , kemudian Yuki meninggalkan mereka yang masih terpaku dengan apa yang terjadi terutama Kotoko .

Konomi berterima kasih pada kotoko , meski Kotoko bingung dia tetap senang bahwa Yuki akan mengajari Konomi , Kotoko mengungkapkan mereka sekarang membunuh 2 burung dengan satu batu , cinta dan ujian . sementara Naoki hanya bicara bahwa Kotoko sudah seperti ibunya dan hanya memperhatikan tingkah lucu Kotoko dan Konomi yang tengah girang .

—-

Tampak Yuki mulai mengajari Konomi meski yang terlihat hanya konomi yang tengah belajar dimeja sendiri sementara Yuki tengah membaca buku tebalnya di atas tempat tidur. Konomi tampak serius belajar tapi tak lama kemudian tampak Konomi mulai mengantuk dan tertidur hal yang membuat Yuki mulai menghentikan membacanya dan membangunkan Konomi yang tertidur dan kembali belajar .
Tak lama kemudian Konomi ternyata Konomi bisa mampu menyelesaikan satu soal , Konomi dan Yuki tampak gembira dan mereka melakukan toss yang membuat rasa canggung Yuki yang biasanya slalu bersikap jutek .

Konomi ternyata sangat serius untuk belajar hingga di jalan pun dia tetap belajar hingga tak memperhatikan jalan dan menabrak pohon.

Di ceritakan lagi Yuki dan Konomi yang tengah belajar dan tak lama Kotoko muncul dengan membawa cemilan , kotoko menanyakan perkembangan belajar mereka .

Konomi menjawab bahwa semua berjalan baik
Kotoko bertanya apakah Yuki bersikap keras saat mengajari Konomi ,0yang Konomi jawab tak menjadi masalah .
Yuki menyela bahwa karna Konomi terlalu bodoh.
Tapi Kotoko membesarkan hati Konomi memang anak laki2 selalu pada orang yang di sukainya .
Yuki kembali menyela Hah…tertarik pada Konomi tidak mungkin.
Kotoko kemudian mengeluarkan sesuatu yang ternyata sebuah amplop dan kemudian di berikan pada Konomi , Konomi pun membuka amplop yang ternyata berisi Poto Konomi dan Yuki sedang belajar , Konomi kaget dari mana Poto itu ada .

Kotoko mengatakan bahwa mama Irie yang mengambilnya dan tidakkah mereka terlihat bagus , Kotoko pun mengungkapakan lihatlah Yuki yang memperhatikan Kotomi , dan meminta Yuki untuk tidak pura2 dan meminta Yuki untuk mengakui saja kalau Yuki menyukai Konomi. Yang tak di tanggapi oleh Yuki .
Kotoko mengatakan bahwa mereka terlihat tampak lucu , Konomi meminta apakah boleh Konomi memiliki poto tersebut yang di iyakan Kotoko , Konomi tampak senang dan akan menyimpan poto tersebut sebagai jimat keberuntungan .
Tapi kemudian Yuki mengambil paksa poto tersebut dan mengatakan telah cukup berat dengan harus mengajari Konomi belajar , dan tiba2 ada poto itu , Yuki mengatakan bahwa dia bukan barang yang bisa di mainkan dan dengan emosi marah Yuki pun merobek poto tersebut , hal yang membuat Konomi kaget dan meminta maaf lalu pamit untuk pulang .

Konomi berjalan sambil menangis di jalan yang di lihatin oleh orang2 hingga Konomi tersandung dan terjatuh di jalan , tapi tiba2 ada yang memanggilnya dari belakang yang ternyata adalah Yuki dan langsung mengatakan bahwha Konomi sanagat berantakan.
Konomi bertanya mengapa pada Yuki.
Yuki menjawab bahwa dia sudah berjanji untuk menjadi tutor Konomi setiap hari sampai hari ujian , dari pulang sekolah sampai jam 9 malam dan sekarang baru jam setengah 8 malam jadi Yuki meminta pada Konomi untuk tidak menghancurkan janjinya .

setaya memberikan tas milik Konomi yang tertinggal , dan satu lagi Yuki memberikan sesuatu pada Konomi yang ternyata poto yang tadi Yuki robek dan Yuki memberikannnya pada Konomi untuk jimat keberuntungan .

Konomi berterima kasih pada Yuki .

Yuki mengajak Konomi untuk kembali pulang dan Konomi langsung menggandeng tangan Yuki dgn melihatkan poto mereka . Yuki merasa risih tapi tetap saja tak berani melepaskan gandengan Konomi ( Modus nih Yuki pura2 ga mau tapi tetap diam dan mau aja pepet terus ma Konomi )
Kejadian yang ternyata di lihat dan di potret oleh Kotoko yang di temani oleh Naoki , Naoki mengatakan kalau semua ini sudah cukup , tapi Kotoko menolak karna dia di minta oleh sang mama Irie . Naoki berkata bahwa kemungkinan Yuki mengambil jalan yang sama di pilihnya , dan mengatakan orang yang kasihan .


yang di tanggapi asal oleh Kotoko siapa yang kasihan ,.. dan Naoki hanya tersenyum diam menanggapi sifat loading Kotoko yang sibuk memotret Yuki dan Konomi .

( kok mau- maunya Naoki nemenin Kotoko ngelakukan hal konyol seperti itu , suami yang baik ).
—

Di suatu pagi Kotoko ribut di depan pintu untuk mengantar Naoki yang akan mengikuti ujian akhir nya untuk menjafi sebagai Dokter , Kotoko menanyakan kelengkapan alat tulis Naoki bahkan ingin ikut bersama Naoki , yang Naoki tanggapi bahwa kotoko tak perlu repot karna Naoki yang akan Ujian .
Kotoko memberikan semangat untuk Naoki , dan berandai jika Naoki gagal maka mereka akan lulus bersama tahun depan dan itu pasti akan sangat menyenangkan dan Naoki hanya mrmjawab bahwa dia tak punya niat untuk lulus bersama Kotoko tahun depan , Naoki pun meninggalkan Kotokk untuk pergi Ujian sementara Kotokl berteriak memberi Semangat pada Naoki.


—–

Setelah dua minggu kemudian semua tengah berkumpul di depan laptop untuk menunggu email tentang kelulusan Naoki , Kotoko bolak – balik menunnggu pos untuk Naoki , mama Irie menyuruh Kotoko duduk dan relax .

Dan setdlah dua menit akhirnya email itu tiba Kotoko tak berani untuk melihat dan sudah menyiapakn diri dengan kemungkinan gagalnya Naoki dan membesarkan hati Naoki .
Naoki menanggapi apa yang kotoko tengah katakan , Kotoko merasa heran itu berarti Naoki lulus. Semua pun mengucapkan selamat pada Naoki , terutama Kotoko yang paling senang hingga Kotoko memeluk Noaki bahkan sampai menindih Naoki yang membuat Naoki susah untuk bernapas.

—
Naoki terlihat keluar dari sebuah ruangan kemudian memberi salam pada seseorang , dan saat Naoki akan pergi orang itu berkata hal tersebut bukan hal buruk cobalah untuk di pikirkan lagi , Naoki hanya mengangguk . Hal yang membuat Naoki terlihat jadi galau dengan berkata pada dirinya sendiri apa yang harus di lakukannnya.


—–
Setelah acara makan malam Kotoko dan mama Irie Tampak sibuk bebenah dan merencanakan acara kelulusan untuk Naoki , mama meminta Kotoko untuk mengundang teman2 Kotoko dari sekolah susternya .
Mama juga meminta Yuki untuk mengundang Konomi
Yuki menjawab kenapa dia harus mengundang Konomi
Mama menjawab karna Konomi adalah teman Yuki

Yuki kembali membantah karna Konomi bukan temannnya
Kotoko menyela dari dapur bahwa Konomi adalah teman Yuki karna telah berhasil masuk rangking 100 besar.
Ke 97 jawab Yuki
Mama tampak takjub bahwa Yuki berhasi l membuat seorang dari kelas f bisa masuk rangking 100 besar. Kekuatan cinta memang luar biasa , ungkap mama.

Rangking 97 besar tegas Yuki dan Yuki mengatakan bahwa Yuki melalukan hal tersebut karna ingin menunjukkan kalau Yuki seorang tutor yang hebat , dan hanya itu saja.
Tapi semua itu adalah sebuah langkah besar untuk Yuki , dan akhirnya Yuki sendiri yang ingin berteman dengan Konomi.
Kotoko menambahkan bahwa Yuki dan Konomi kini punya sebuah ikatan.
Ayah Kotoko menyela dengan menanyakan kapan Naoki akan di wisuda .
Mama irie menjawab tanggal 20 maret.
Kotoko berkata bahwa Naoki akan memberikan sedikit pidato di acara kelulusan nanti , hal yang ternyata tak di dengarkan Naoki karna Naoki tampak untuk melamun.
Mama mengatakan bahwa akan membawa kamera bideo di acara wisuda Naoki dan Yuki , dan sepertinya mereka harus membeli kamera baru , hal yang membuat mama dan Kotoko bersemangat.
Tapi kemudian Naoki menyela kebahagian mereka dengan mengatakan bahwa ada yang ingin di katakan Naoki pada Kotoko , keadaan mulai hening Karna Naoki yang terlihat mulai serius ,
Mama berkata kenapa Naoki tampak sangat serius.
Naoki pun akhirnya bicara bahwa dia telah bertemu dengan profesornya dan telah memutuskan untuk bekerja di Kobe .

Kotoko berkata bukannya Naoki akan bekerja di Rumah sakit Tonan , dan jarak Kobe sangat jauh sekitar 6 jam perjalanan dan tak mungkin jika harus bolak balik.
Naoki menjawab awalnya seperti itu tapi dia ingin merasakan pengalaman lebih khusus lagi , dan Naoki akan pindah ke Kobe.
Hal yang membuat semua terkejut tapi Kotoko berkata untuk mencari sekolah perawat di Kobe juga.
Tapi Naoki berkata bahwa Naoki akan pergi sendiri dan Kotoko akan tetap disini dan menyelesaikan sekolahnya .
Kotoko berkata bahwa Kotoko tak ingin berpisah.
Naoki bicara setelah Kotoko lulus maka kemudian datanglah ke Kobe.
Kotoko menjawab bahwa berarti mereka akan berpisah cukup lama sampai Kotoko lulus tahun depan , dan bagaimana karna Kotoko tak terlalu pintar bisa memerlukan waktu lebih lama , berarti mereka juga akan terpisah lebih lama lagi , Kotoko berteriak jika tak ingin berpisah dengan Naoki.
Naoki mulai meninggikan suaranya bahwa kotoko jangan mengharapkan Naoki harus menunggu Kotoko lulus dan baru pindah ke Kobe .

Mama mulai menengahi bahwa Naoki tak boleh bicara seperti itu mereka tak boleh berpisah karna mereka sekarang mereka suami istri dan Naoki tak boleh memikirkan dirinya sendiri , Naoki harus mengerti perasaaan Kotoko juga.
Yang Naoki jawab bahwa Naoki mengerti
Kotoko kemudian mulai bicara bahwa Naoki takkan mengerti sejak awal memang Kotoko yang lebih mencintai Naoki dan maka itulah Kotoko yang mungkin semua akan baik2 saja bagi Naoki bahkan Naoki memutuskan semua ini tanpa memikirkan dirinya , Naoki takkan mengerti Kotoko yang slalu mencintai Naoki baginya akan sulit untuk hidup terpisah dengan Naoki dan mungkin saja hanya akan dirinya yang akan merindukan Naoki.

Kotoko pun pergi menuju kamarnya , tapi Naoki masih bisa tenang dengan semja yang terjadi kecuali wajahnya yang mulai terlihat galau juga. Kotoko pun menangis di kamarnya .

Kotoko mulai bicara pada dirinya sendiri apa yang harus di laukakanya mungkin Kotoko telah gagal menjadi istri yang baik untuk Naoki tapi Kotoko tetap tak ingin berpisah dengan Naoki.

—-
Pagi hari datang , kemudian siang pun menjelang langit sore pun terlihat hingga malam pun tiba . Naoki memasuki kamarnya untuk melihat Kotoko yang melihatkan makan malam lagi yang Kotoko jawab Kotoko tak makan malam karna sudah mengantuk bahkan Kotoko menghindar saat Naoki hendak ingin bicara , Naoki pun menyerah dan memilih keluar kamar lagi .


Saat keluar kamar Naoki berpapasan dengan Ayah Kotoko yang baru pulang , Naoki minta waktu bicara pada ayah Kotoko untuk mengobrol sebentar .
Mereka duduk di sofa dan Naoki mulai bercerita bahwa Naoki sudah mempersiapkan hal ini terjadi tapi tak menyangka akan parah seperti ini.

Kotoko hanya terlalu menggilai Naoki ungkap ayah pada Naoki.
Sebenarnya Naoki sempat sudah punya pemikiran untuk mengajak Kotoko ke Kobe dan mencari sekolah perawat di sana tapi Naoki berpikir lagi akankah Kotoko siap dengan orang asing yang tak di kenalnya , apalagi Naoki akan sangat sibuk disana , akan Kotoko bisa belajar disana , Naoki meminta maaf karna sebenarnya semua adalah bentuk ketidakpercaya diriannya untuk menghadapi hal tersebut hingga memutuskan untuk berpisah dengan Kotoko , karna Naoki ingin Kotoko menjadi perawat , dan sepertinya Kotoko tak menyadari bahwa Naoki melakukan hal tersebut karna Naoki mencintai Kotoko

( Walau sempet sebel sama sikap Naoki yang kelihatan slalu bersikap egois di awalnya , tapi kita sekarang akan paham kenapa Naoki memilih pergi sendiri karna Emang Naoki sayang ma Kotoko dan mengkhawatirkan Kotoko jika hanya tinggal berdua di Kobe, Aih… suitttt buaaangettt )
Percakapan yang ternyata di dengar oleh Kotoko dan membuat Kotoko menangis.

—
Acara wisuda Naoki pun di lakukan dengan di hadiri mama dan papa Irie juga teman Kotoko dari jurusan perawat setelah satu orang bicara Naoki pun di persilahkan untuk naik Podium dan memberikan pidato , dengan pembukaan bahwa jika Naoki mengingat Tonan banyak hal yang tak bisa di lupakannnya .


Tampak Kotoko yang merasakan suasana wisuda ini dengan acara kelulusannya ketika smu . Semua kenangan mulai muncul semua berubah tapi satu hal yang sama adalah Kotoko masih tetap mencintai Naoki .


Kotoko lebih memilih jalan 2 keluar ke tempat 2 di masa Kotoko dan Naoki menginjak masa masuk Universitas .

Sekolah fakultas tehnik tempat Naoki belajar , bahkan ada sosok Yuko disana.

Mendatangi lapangan tenis dimana Kotoko dan Naoki pernah bermain bersama.

Suasana kantin dimana Kotoko jadi ingat pada Kin-chan.
Dan kelas dimana Kotoko secara diam2 melihat apa yang di lakukan Naoki .

Kotoko berusaha merasakan atmospere dimana Naoki berada karna kemungkinan akan sulit Kotoko melihat Naoki lagi .
Kotoko menyebut nama Naoki dan kemudian berteriak menyebut Naoki , yang kemudian di sahuti ,oleh seseorang yang tak lain adalah Naoki .


Kotoko bertanya kenapa Naoki bisa kesini , Naoki menjawab bahwa Naoki sudah bisa menduga keberadaan Kotoko , karna Naoki ingin membicarakan sesuatu dengan Kotoko , Naoki ingin membicarakan tentang masalah kepindahannya ke kobe .
Sebelum Naoki menyelesaikan ucapannya Kotoko telah menjawab bahwa Kotoko akan menyusul Naoki ke Kobe setelah lulus

berjanji akan lulus dalam satu tahun dan meminta Naoki untuk menunggunya , berkata jangan selingkuh dari Kotoko , jangan marah jika setiap hari Kotoko menghubunginya , dan saat liburan,,, dan sebelum Kotoko menyelesaikan ucapannya Naoki sudah meng-kissu Kotoko dan memeluk Kotoko .


Kotoko berkata mungkin akan ada orang datang kesana yang Naoki jawab Naoki tak peduli , dan kembali mengkissu Kotoko ,,,,,

( selanjutnya bayangkan sendiri , tapi jangan mengharapkan aneh2 , kalau di rate adegan ini mungkin cuman T+ , beda ma versi Taiwannya yang khusus untuk umur 20 ke atas )
—-

Naoki dan Kotoko pun berjalan menuju sebuah statsiun bersama , mereka pun tiba di tepi jalan dan Naoki meminta Kotoko cukup mengantarnya sampai sini saja , Kotoko tetap menolak karna ingin mengantar Naoki sampai ke dalam tapi Naoki takut Kotoko bersikap aneh mungkin bisa menghentikan kereta yang tengah melaju . Kotoko bertanya masalah bekal Naokj yang Naoki jawab akan membelinya . Dan Naoki mengucapkan sampai jumpa yang masih di tahan Kotoko.
Kotoko menjawab memang mungkin akan terasa mudah untuk mengucapkan selamat tinggal di sini . Dengan tangan Kotoko yang masih memegang jaket Naoki , apakah tak ada ciuman slamat tinggal yang Naoki tanggapi diam , Kotoko mengungkapkan kalau itu hanya lelucon ,. Naoki bertanya apakah kini Naoki boleh pergi karna kotoko masih memegang jaketnya.

Kotoko,pun melepaskan jaket Naoki dan Naoki pun melangkah meninggalkan Kotoko , Kotoko yang asalnya ceria kemudian tiba2 murung dan hampir menangis .


di seberang jalan Naoki berbalik dan memperhatikan Kotoko yang menangis tapi kemudian mencoba terlihat tegar dan memberi semangat pada Naoki .


Naoki pun berjalan kembali menuju statsiun sementara Kotoko berusaha menegarkan diri dengan berkata bahwa Kotoko bisa melakukannnya , mereka bisa melakukannnya .
Bersambung……
Komentar : Seperti biasa di episode kali ini kita di ajak berolecoaster ria , di awal cerita kita di ajak haha hihi dengan sikap yuki yang tak jauh beda ma Naoki jaman dulu , meski aku lihat kalau sikap Yuki terlihat jauh lebih baik di banding Naoki yang dulu terlihat dingin bangeut . Dan di pertengahan cerita sampai akhir di ajak bergalau ria dengan sikap Naoki yang kelihatan egois bangeut yang ternyata di lakukan demi kebaikan Kotoko , Naoki di sini kelihatan dewasa bangeut di bandingin ma Kotoko yang masih sering bersikap kekanak-kanakkan , secara sebenarnya di dunia nyata usia furukawa Yuki dan Miki Honoka ini beda umurnya jauh bangeut , jadi kadang kelihatan mereka kayak adek kakak ,,, haha
Comments
Post a Comment